Featured blog image
Berita

Turba PC Fatayat NU Kabupaten Blitar Perkuat Administrasi dan Literasi Digital Kader

Tertib Administrasi, Cakap Digital Menuju Fatayat NU Digdaya

Blitar — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dengan tema “Tertib Administrasi, Cakap Digital Menuju Fatayat NU Digdaya” di Gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Blitar, Ahad (23/8/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Harian (PH) PAC Fatayat NU serta Bidang Media Informasi, Penelitian dan Pengembangan PAC Fatayat NU Talun dan Kanigoro. Turba menjadi ruang pembinaan organisasi yang tidak hanya menitikberatkan pada penguatan tata kelola administrasi, tetapi juga peningkatan kapasitas kader dalam kepemimpinan dan pengembangan media di era digital.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan. Setelah itu, peserta mengikuti sesi diskusi yang dibagi menjadi dua kelas, yakni Kelas Kepemimpinan dan Kelas Pengembangan Media. Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi dan penguatan komitmen kader untuk menerapkan hasil pembelajaran dalam aktivitas organisasi di masing-masing PAC.

Menguatkan Kepemimpinan dan Kerja Tim

Kelas Kepemimpinan menghadirkan Sahabat Ufik Rohmatul Fitria, S.Pd.I (Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar) sebagai narasumber. Dalam kelas ini, peserta diajak memahami pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi, koordinasi, serta kerja sama yang solid di antara pengurus.

Kepemimpinan dalam organisasi tidak hanya berbicara mengenai kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana membangun tim yang mampu bergerak bersama. Pengurus harian menjadi bagian penting dalam memastikan roda organisasi berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Sahabat Ufik Rohmatul Fitria, S.Pd.I menegaskan pentingnya membangun kerja sama dalam kepengurusan sebagai bagian dari penguatan organisasi dan khidmah.

“Meningkatkan dan membangun teamwork pengurus harian untuk organisasi dan khidmah.”

Pesan tersebut menjadi relevan karena organisasi yang kuat tidak lahir dari kerja individual, melainkan dari kolaborasi pengurus yang memiliki visi, komunikasi, dan komitmen yang sama.

Media sebagai Wajah dan Jejak Organisasi

Sementara itu, Kelas Pengembangan Media menghadirkan Sahabat Malikah, S.Pd (Anggota Bidang Litbang PC Fatayat NU Kabupaten Blitar) sebagai narasumber. Kelas ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengisian data base dan pentingnya pengelolaan media organisasi secara kreatif, informatif, dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial bukan lagi sekadar ruang untuk membagikan dokumentasi kegiatan. Media organisasi telah menjadi salah satu wajah organisasi di hadapan publik. Karena itu, kader perlu memiliki kecakapan dalam membuat konten, menulis informasi, mendokumentasikan kegiatan, serta menyampaikan pesan organisasi secara tepat.

Sahabat Malikah, S.Pd menegaskan:

“Media organisasi bukan sekadar alat publikasi. Ini adalah cara kita membangun kepercayaan, merawat sejarah, dan memperluas kebermanfaatan.”

Pernyataan tersebut mengandung edukasi penting bagi kader organisasi. Setiap foto, tulisan, video, dan dokumentasi yang dipublikasikan dapat menjadi bagian dari rekam jejak perjalanan organisasi. Karena itu, pengelolaan media perlu dilakukan dengan memperhatikan akurasi informasi, etika komunikasi, kreativitas, serta nilai-nilai organisasi.

Kegiatan Turba ini menunjukkan bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kemampuan kader dalam menghadapi perkembangan zaman. Administrasi yang tertib menjadi fondasi bagi organisasi yang profesional, sedangkan kecakapan digital menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan gerakan dan menyampaikan nilai-nilai perjuangan organisasi kepada masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan pembinaan, Turba menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan melakukan evaluasi terhadap dinamika organisasi di tingkat PAC. Kader tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola organisasi secara sistematis serta mampu mengkomunikasikan setiap gerakan secara baik kepada publik.

Di era digital ini, kader Fatayat NU juga dituntut untuk menjadi pengguna media yang cerdas. Kemampuan memilah informasi, menghindari penyebaran berita yang tidak terverifikasi, menjaga etika bermedia, dan menghasilkan konten positif merupakan bagian dari tanggung jawab kader di ruang digital.

Pada akhirnya, “Tertib Administrasi, Cakap Digital Menuju Fatayat NU Digdaya” bukan sekadar tema Turba, melainkan sebuah pesan gerakan. Organisasi yang tertib akan memiliki fondasi yang kuat, pemimpin yang mampu membangun teamwork akan melahirkan gerakan yang solid, dan kader yang cakap digital akan mampu membawa pesan-pesan kebaikan lebih jauh.

Administrasi yang tertib akan melahirkan organisasi yang kuat. Kepemimpinan yang kolaboratif akan melahirkan kader yang Tangguh. Media yang cakap melahirkan gerakan yang semakin luas kebermanfaatannya. Bersama Fatayat NU, terus belajar, bergerak, dan berkhidmah menuju organisasi yang semakin digdaya.


Related Topics