PAC FATAYAT NU PANGGUNGREJO : Rajut Soliditas Menuju Digdaya, PC Fatayat NU Kabupaten Blitar Gelar Turba Administrasi dan Digitalisasi di Wates
BLITAR – Penguatan kapasitas kader di tingkat akar rumput menjadi kunci utama dalam menyongsong era digital. Semangat inilah yang melandasi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar saat menggelar kegiatan Turun Bawah (Turba) di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, pada Ahad (26/07/2026).
Mengusung tema besar "Tertib Administrasi, Cakap Digital, Rajut Soliditas Menuju Fatayat NU Digdaya", forum konsolidasi ini dihadiri oleh ratusan pengurus dan kader dari tiga Pimpinan Anak Cabang (PAC), yakni PAC Wates, PAC Panggungrejo, dan PAC Sutojayan. Kehadiran para perempuan muda NU ini memadati lokasi acara dengan antusiasme yang luar biasa sejak pagi hari.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Blitar menegaskan bahwa Turba kali ini bukan sekadar agenda seremonial rutin. Forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk membenahi tata kelola organisasi agar lebih modern. Menurutnya, tertib administrasi adalah pondasi, sedangkan kecakapan digital adalah akselerator bagi Fatayat NU untuk melompat lebih tinggi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan materi standarisasi administrasi organisasi terbaru serta strategi pemanfaatan media digital secara bijak dan produktif. Melalui penguatan dua sektor ini, soliditas antar-PAC diharapkan semakin erat terajut, sehingga visi besar menuju "Fatayat NU Digdaya" dapat diwujudkan secara kolektif dari tingkat desa hingga kabupaten.
Acara yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan sesi diskusi dua arah. Perwakilan kader dari PAC Panggungrejo, Wates, dan Sutojayan secara aktif menyampaikan tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing, yang kemudian direspon dengan solusi taktis oleh jajaran pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Blitar.
Turba hari ini menjadi bukti nyata bahwa Fatayat NU tidak pernah lelah bertransformasi. Di tangan para perempuan yang tertib secara administrasi, cakap secara digital, dan kokoh dalam soliditas, masa depan jam'iyah tidak hanya akan terjaga, tetapi tumbuh menjadi kekuatan yang digdaya. Mari kita bawa semangat dari Desa Wates ini ke ruang-ruang pengabdian kita masing-masing, demi Fatayat NU yang mandiri, adaptif, dan selalu membawa maslahat untuk umat.