PAC Fatayat NU Gandusari Gelar Diba’iyah Kubro dan Santunan Anak Yatim dalam Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H
Gandusari – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Gandusari menyelenggarakan kegiatan Diba’iyah Kubro dan Santunan Anak Yatim pada Ahad, 28 Juni 2026 di Kantor Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh kader Fatayat NU dari seluruh ranting se-Kecamatan Gandusari sebagai bentuk syiar Islam, penguatan ukhuwah, sekaligus kepedulian sosial kepada anak-anak yatim.
Sebagai agenda rutin dalam setiap peringatan hari besar Islam, Diba’iyah Kubro menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga oleh Fatayat NU. Kegiatan ini tidak hanya menjadi media untuk melantunkan shalawat dan pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam merawat khazanah budaya Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang telah diwariskan oleh para ulama.
Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Gandusari menyampaikan bahwa Diba’iyah Kubro merupakan wujud mahabbah (cinta) kepada Baginda Agung Nabi Muhammad SAW. Melalui lantunan Maulid Diba’, seluruh peserta diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus memperkuat kecintaan kepada beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Melestarikan pembacaan Diba’ bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjaga nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama. Ini adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW sekaligus ikhtiar membangun generasi yang mencintai shalawat dan akhlak mulia,” ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Gandusari. Masing-masing ranting mengirimkan 10 peserta, sehingga ratusan kader Fatayat NU turut memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan dan kekhidmatan. Suasana semakin syahdu ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan shalawat dalam pembacaan Diba’iyah Kubro, memohon keberkahan serta keselamatan bagi umat Islam di tahun baru Hijriah.
Selain pembacaan Diba’, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Setiap ranting membawa satu orang anak yatim untuk menerima santunan, sehingga seluruh ranting berpartisipasi secara aktif dalam berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Momentum ini menjadi sangat bermakna karena bertepatan dengan bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan Muharram, khususnya 10 Muharram atau Hari Asyura, juga dikenal di tengah masyarakat sebagai Lebaran Anak Yatim. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kasih sayang, kepedulian, dan upaya meringankan beban kehidupan mereka.
Melalui kegiatan santunan ini, PAC Fatayat NU Gandusari berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kalangan kader Fatayat NU. Nilai kepedulian sosial yang diajarkan Islam diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari sekadar peringatan Tahun Baru Hijriah, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan spiritualitas, serta mempererat hubungan antara kader Fatayat NU dengan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui shalawat, doa, dan kepedulian sosial diharapkan mampu menjadi bekal dalam menyongsong tahun baru Hijriah dengan tekad menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih peduli terhadap sesama.
PAC Fatayat NU Kecamatan Gandusari berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program keagamaan dan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan menjaga tradisi Diba’iyah Kubro dan menebarkan kepedulian kepada anak yatim, Fatayat NU ingin terus meneguhkan perannya sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang aktif merawat tradisi, menguatkan nilai-nilai keislaman, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Semoga semangat Tahun Baru Hijriah 1448 H menjadi momentum hijrah menuju pribadi yang semakin bertakwa, mencintai Rasulullah SAW, dan senantiasa berlomba dalam kebaikan.